BANDUNG, (PR).-
Sejumlah ruas jalan yang menjadi kawasan belanja dan pusat keramaian di Bandung masih dipadati kendaraan, Sabtu (4/10). Kendaraan asal luar kota, terutama yang berpelat B, masih mendominasi jalanan kota ini.
Kemacetan sudah mulai terlihat di sepanjang Jln. Merdeka. Sejak perempatan Jln. Merdeka-Jln. L.L.R.E. Martadinata hingga perempatan Jln. Merdeka-Jln. Aceh, laju kendaraan yang melalui jalan tersebut hanya bisa bergerak perlahan.
Kepadatan yang sama tampak pula di sepanjang Jln. Ir. H. Djuanda, Jln. L.L.R.E. Martadinata, dan Jln. Setiabudhi yang menjadi pusat keberadaan sejumlah factory outlet (FO).
Rupanya FO masih menjadi tujuan utama pendatang luar kota yang berkunjung ke Bandung. Seperti diakui Nurul (24), warga Bandung yang bekerja di Jakarta ini, selalu menyempatkan diri berkunjung ke hampir semua FO yang ada di Jln. Ir. H. Djuanda dan Jln. L.L.R.E. Martadinata untuk mencari pakaian dengan mode paling bagus. "Tidak ada bujet khusus yang saya siapkan, begitu menemukan pakaian yang cocok di hati pasti saya beli," katanya.
Keramaian pengunjung asal luar kota tampak dari dominasi kendaraan asal luar kota yang berjejer di pelataran parkir setiap FO. Seperti yang terlihat di pelataran parkir Glamour, M&M Dago, dan sejumlah FO lainnya yang berlokasi di Jln. Ir. H. Djuanda.
Khusus di sejumlah FO yang berlokasi di Jln. L.L.R.E. Martadinata, kapasitas pelataran parkir yang terbatas tidak sanggup menampung kendaraan pengunjung yang datang. Akhirnya, para pengunjung memarkirkan kendaraan mereka di badan jalan dan menjadi biang kemacetan yang cukup parah di ruas jalan tersebut.
Sementara itu, kemacetan yang menyergap Jln. Setiabudhi terjadi karena lalu lalang kendaraan yang keluar-masuk FO yang berlokasi di kawasan tersebut. Baliho berukuran besar berisikan tawaran diskon besar-besaran yang dipajang di depan outlet menjadi daya tarik yang membuat kendaraan asal luar kota keluar-masuk, untuk menyempatkan diri berkunjung ke FO tersebut. Kemacetan yang terjadi di Jln. Setiabudhi ini terus berlanjut hingga ke Jln. Cihampelas.
Tak hanya FO, sejumlah tempat makan yang ada di Bandung pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang asal luar kota. Sejumlah rumah makan Sunda yang berlokasi di sepanjang Jln. Ir. H. Djuanda dan Jln. L.L.R.E. Martadinata menjadi incaran pendatang yang ingin memuaskan nafsu berkuliner mereka.
Namun, tak hanya restoran yang menyajikan masakan khas Sunda yang dipadati pengunjung. Sejumlah warung makan tenda yang berada di sekitar Simpang Dago pun tak luput dari incaran. Ketiadaan tempat parkir yang memadai, membuat pengunjung kembali memarkirkan kendaraan di badan jalan. Tak hanya sepeda motor, mobil pun turut diparkirkan di badan jalan yang juga membuat kemacetan terjadi di ruas ini.
Kiki, mahasiswa salah satu perguruan tinggi Jakarta asal Sumatra yang sempat dijumpai mengatakan, dirinya sudah rutin menghabiskan waktu liburannya di Kota Bandung. Meski demikian, ia tidak pernah merasa bosan untuk kembali datang, termasuk saat liburan Idulfitri.
"Kalau mau pulang kampung, kejauhan. Jadi lebih memilih menghabiskan waktu liburan di Bandung saja," kata Kiki yang sejak hari kedua Lebaran sudah berada di Bandung, sambil membawa serta rombongan keluarganya hingga tiga mobil penuh.
Distro-distro yang ada di Bandung menjadi incaran, terutama saat datang ke kota ini. Jika tak berbelanja, menghabiskan waktu untuk nongkrong di sejumlah spot anak muda Bandung juga cukup menjadi hiburan bagi Kiki. (CA-177/CA-184)***
Dikutip dari HU Pikiran Rakyat.
0 komentar:
Poskan Komentar