INFORMATION

Location / Address:
Jalan Cijagra 26A, Buah Batu.
Bandung 40265 - BANDUNG TENGAH - West Java.
GPS Coordinate: S 6°56’42.97” E 107°37’36.44”

Phone & Fax : +62 22 7310182
Email : hotelpondokkurniabandung@yahoo.com
Facebook : Hotel Pondok Kurnia
Twitter: @PondokKurnia
Reservation / CP : +62 813 2234 1020 (Mrs. Wine)

Rates and Facilities | 2011

IDR 170,000 nett
TV | Cold water shower | Exhaust fan

IDR 180,000 nett
TV | Hot & cold water shower | Exhaust fan

IDR 210,000 nett
TV | Hot & cold water shower | Exhaust fan
Double & single bed (for 3 persons)

IDR 220,000 nett
TV | Hot & cold water shower | AC

IDR 230,000 nett
TV 51 Channels | Hot & cold water shower | AC

IDR 250,000 nett
TV 21" 51 Channels | Hot & cold water shower | AC | Private Terrace

Tarif di atas sudah termasuk PPn & Sarapan untuk dua orang.
Rates above are including Tax & Breakfast for two persons.

Rp 45.000,-/orang/kamar/malam untuk Extra Bed.
IDR 45,000/person/room/night for Extra Bed.

PESAN SEKARANG JUGA!!!
Terutama untuk akhir pekan, libur hari raya dan musim liburan.
BOOKING RIGHT NOW!!!
Especially for weekend, holiday and peak season.


Cukup telepon, SMS, faksimili atau kirim email untuk pemesanan.
Just make a call, send sms, fax or send email for reservation.

Klik di sini untuk memesan

Click here to make reservation

Pembayaran via Bank

Pembayaran via Bank
Setelah mengisi formulir pemesanan, anda dapat melakukan pembayaran melalui setoran tunai atau transfer ke rekening kami di Bank BCA, Bank OCBC NISP, Bank Permata, maupun Bank BNI 46. Hubungi kami via email atau SMS untuk mendapatkan nama dan nomor rekening di bank yang anda tuju, sertakan pula nama anda, alamat dan nomor telepon/handphone yang dapat dihubungi. Terima Kasih.

Search Box

VISIT INDONESIA

VISIT INDONESIA
Don't be afraid. Bandung is peaceful city.

Waspadai segala bentuk kecenderungan korupsi!!

Waspadai segala bentuk kecenderungan korupsi!!
Laporkan via SMS ke 0811 959 575, email: pengaduan@kpk.go.id dan atau telepon: 021-23508389.

5.10.08

Bandung Masih Dipadati Wisatawan

BANDUNG, (PR).-
Sejumlah ruas jalan yang menjadi kawasan belanja dan pusat keramaian di Bandung masih dipadati kendaraan, Sabtu (4/10). Kendaraan asal luar kota, terutama yang berpelat B, masih mendominasi jalanan kota ini.

Kemacetan sudah mulai terlihat di sepanjang Jln. Merdeka. Sejak perempatan Jln. Merdeka-Jln. L.L.R.E. Martadinata hingga perempatan Jln. Merdeka-Jln. Aceh, laju kendaraan yang melalui jalan tersebut hanya bisa bergerak perlahan.

Kepadatan yang sama tampak pula di sepanjang Jln. Ir. H. Djuanda, Jln. L.L.R.E. Martadinata, dan Jln. Setiabudhi yang menjadi pusat keberadaan sejumlah factory outlet (FO).

Rupanya FO masih menjadi tujuan utama pendatang luar kota yang berkunjung ke Bandung. Seperti diakui Nurul (24), warga Bandung yang bekerja di Jakarta ini, selalu menyempatkan diri berkunjung ke hampir semua FO yang ada di Jln. Ir. H. Djuanda dan Jln. L.L.R.E. Martadinata untuk mencari pakaian dengan mode paling bagus. "Tidak ada bujet khusus yang saya siapkan, begitu menemukan pakaian yang cocok di hati pasti saya beli," katanya.

Keramaian pengunjung asal luar kota tampak dari dominasi kendaraan asal luar kota yang berjejer di pelataran parkir setiap FO. Seperti yang terlihat di pelataran parkir Glamour, M&M Dago, dan sejumlah FO lainnya yang berlokasi di Jln. Ir. H. Djuanda.

Khusus di sejumlah FO yang berlokasi di Jln. L.L.R.E. Martadinata, kapasitas pelataran parkir yang terbatas tidak sanggup menampung kendaraan pengunjung yang datang. Akhirnya, para pengunjung memarkirkan kendaraan mereka di badan jalan dan menjadi biang kemacetan yang cukup parah di ruas jalan tersebut.

Sementara itu, kemacetan yang menyergap Jln. Setiabudhi terjadi karena lalu lalang kendaraan yang keluar-masuk FO yang berlokasi di kawasan tersebut. Baliho berukuran besar berisikan tawaran diskon besar-besaran yang dipajang di depan outlet menjadi daya tarik yang membuat kendaraan asal luar kota keluar-masuk, untuk menyempatkan diri berkunjung ke FO tersebut. Kemacetan yang terjadi di Jln. Setiabudhi ini terus berlanjut hingga ke Jln. Cihampelas.

Tak hanya FO, sejumlah tempat makan yang ada di Bandung pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang asal luar kota. Sejumlah rumah makan Sunda yang berlokasi di sepanjang Jln. Ir. H. Djuanda dan Jln. L.L.R.E. Martadinata menjadi incaran pendatang yang ingin memuaskan nafsu berkuliner mereka.

Namun, tak hanya restoran yang menyajikan masakan khas Sunda yang dipadati pengunjung. Sejumlah warung makan tenda yang berada di sekitar Simpang Dago pun tak luput dari incaran. Ketiadaan tempat parkir yang memadai, membuat pengunjung kembali memarkirkan kendaraan di badan jalan. Tak hanya sepeda motor, mobil pun turut diparkirkan di badan jalan yang juga membuat kemacetan terjadi di ruas ini.

Kiki, mahasiswa salah satu perguruan tinggi Jakarta asal Sumatra yang sempat dijumpai mengatakan, dirinya sudah rutin menghabiskan waktu liburannya di Kota Bandung. Meski demikian, ia tidak pernah merasa bosan untuk kembali datang, termasuk saat liburan Idulfitri.
"Kalau mau pulang kampung, kejauhan. Jadi lebih memilih menghabiskan waktu liburan di Bandung saja," kata Kiki yang sejak hari kedua Lebaran sudah berada di Bandung, sambil membawa serta rombongan keluarganya hingga tiga mobil penuh.

Distro-distro yang ada di Bandung menjadi incaran, terutama saat datang ke kota ini. Jika tak berbelanja, menghabiskan waktu untuk nongkrong di sejumlah spot anak muda Bandung juga cukup menjadi hiburan bagi Kiki. (CA-177/CA-184)***
Dikutip dari HU Pikiran Rakyat.

0 komentar: