BANDUNG, (PR).-
Sejumlah objek wisata Kota Bandung dan sekitarnya, Sabtu (27/12) dipadati wisatawan dari dalam maupun luar kota. Selain mengisi liburan cuti bersama Natal, Tahun Baru Hijriah, dan Tahun Baru Masehi, juga bertepatan dengan musim libur sekolah.
Berdasarkan pantauan "PR", kepadatan kendaraan dari luar kota yang masuk ke Kota Bandung terlihat di pintu gerbang tol Pasteur dan Buahbatu. Kepadatan juga terjadi di gerbang pintu masuk Kota Bandung dari arah Barat (Jln. Setiabudhi-Lembang) maupun pintu gerbang timur (Rancaekek-Nagreg).
Antrean kendaraan dari Jakarta ke Bandung di gerbang tol Pasteur pada pukul 9.30 WIB sempat mencapai satu kilometer. "Kendaraan yang hendak keluar dari tol Pasteur sempat antre hingga satu kilometer lebih," kata petugas Sentra Komunikasi (Senkom) Jasamarga, Jaka, ketika dihubungi melalui telefon.
Menurut Jaka, meski akhir pekan kali ini bersamaan dengan liburan panjang, tidak terlalu memengaruhi volume kendaraan yang datang ke Kota Bandung. "Jumlah kendaraan berkisar 30.000/hari. Jumlah tersebut hampir sama untuk tiap akhir pekan yang memang selalu ramai," ujarnya.
Kepadatan kendaraan juga sangat terasa di sejumlah ruas jalan yang selama ini merupakan kawasan pusat jajanan atau wisata kuliner di Kota Bandung. Kepadatan terpantau di ruas jalan Riau (L.L.R.E. Martadinata), Dago (Ir. H. Djuanda), Tamansari, Imam Bonjol, Veteran, Oto Iskandardinata, Pasteur, Cihampelas, Buahbatu, dan sejumlah ruas jalan lainnya.
Kendaraan yang didominasi pelat nomor B, F, T, Z, dan lainnya juga terlihat di ruas jalan menuju kawasan wisata sekitar Kota Bandung, seperti di kawasan wisata Bandung selatan dan Bandung utara. Arus kendaraan wisatawan yang akan menuju kawasan wisata Bandung selatan mulai merasakan laju kendaraan tersendat sejak di Kota Kecamatan Soreang. Meski sudah dapat melalui Jalan Baru Soreang untuk menghindari Pasar dan Terminal Soreang, kendaraan tetap dipacu dengan kecepatan sedang karena volumenya yang tinggi.
Antrean kendaraan semakin terasa saat memasuki ruas Jalan Raya Ciwidey yang merupakan tempat makan serta wisata alam dan pertanian. Bahkan, 1 kilometer menjelang pintu masuk wana wisata Kawah Putih laju kendaraan mulai tersendat.
Tingginya volume kendaraan yang masuk ke kawasan wisata Kawah Putih diantisipasi petugas dengan melakukan buka tutup pintu gerbang setiap 20 menit sekali. "Karena kendaraan sudah memenuhi lahan parkir bahkan sebagian ruas jalan menuju kawah," ujar Maman Irman, salah seorang petugas loket Wana Wisata Kawah Putih.
Antrean kendaraan wisatawan juga memenuhi objek wisata Air Panas Cimanggu dan Ciwalini. Demikian pula halnya dengan objek wisata Rancaupas dan Situ Patengan, pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB terpantau kendaraan silih berganti memenuhi kawasan objek wisata.
Kawasan objek wisata Situ Cileunca di Kec. Pangalengan dan Wana Wisata Gunung Puntang, Kec. Cimaung juga dipenuhi wisatawan. "Mereka umumnya datang secara rombongan," ujar Karsidi, salah seorang anggota penggerak pariwisata Bandung selatan.
Di kawasan Bandung utara, objek wisata Gunung Tangkubanparahu dan Taman Wisata Maribaya masih menjadi tujuan wisatawan yang datang secara rombongan. Sementara itu, wisatawan keluarga lebih banyak memilih melakukan wisata kuliner di Kota Kecamatan Lembang dan wisata agro yang tersebar di Parongpong, Cihideung, Cigugur, Kab. Bandung Barat hingga Cihanjuang, Kota Cimahi.
Tingginya minat wisatawan mengunjungi objek wisata di Kota Bandung dan sekitarnya juga berdampak pada hunian hotel di Kota Bandung. Sejumlah hotel melati yang saat ini mulai melakukan pelayanan setaraf hotel berbintang rata-rata mencapai 80. "Bahkan hotel melati yang lokasinya di tengah kota maupun yang berdekatan dengan kawasan wisata kuliner ataupun belanja, tingkat huniannya mencapai 100 persen," ujar Ade Mardiah, Humas Perkumpulan Hotel Melati (Bumi Melati).
Sementara itu, sejumlah wisatawan kepada "PR" menyayangkan kurangnya sarana umum yang tersedia. "Bukan hanya lahan parkir yang memakan badan jalan, kamar kecil maupun bagian informasi wisata juga sangat sulit didapat," ujar Widodo Nugroho, asal Kuningan, Jakarta.
Lain lagi dengan Ny. Santi asal Depok, yang mengeluhkan kondisi Jalan Kopo menuju objek wisata Bandung selatan. "Selain ruas jalannya yang kecil, kendaraan yang lewat juga sangat banyak," ujarnya.
Sementara Muhaemi, wisatawan asal Purwakarta menyayangkan sikap petugas parkir dan pedagang di objek wisata Gunung Tangkubanparahu. "Selain harus membayar parkir, juga harus membayar uang cuci mobil, padahal kita tidak menyuruh agar mobil dicuci. Belum lagi pedagang yang sedikit memaksa," ujar Muhaemi.
Sementara itu, tempat wisata di Kota Bandung seperti Museum Geologi, Kebun Binatang, dan Taman Lalu Lintas masih banyak diminati pengunjung. Di Museum Geologi, jumlah pengunjung yang datang pada Sabtu (27/12) siang 1.682 orang. "Padahal, kalau akhir pekan biasa hanya berkisar antara 500-1.000 orang," kata salah seorang staf, Asri.
Di Taman Lalu Lintas Bandung, jumlah pengunjung yang datang pada Sabtu (27/12) sebanyak 2.090 orang. Menurut staf administrasi karcis Taman Lalu Lintas, Hadi, jumlah ini jauh di atas rata-rata pengunjung pada akhir pekan biasa, yaitu sekitar 800-1.000 orang.
Kebun Binatang Bandung juga tak luput dari serbuan pengunjung. Hingga Sabtu sore, jumlah pengunjung sedikitnya 3.000 orang. Pada akhir pekan biasa, jumlah pengunjung berkisar antara 1.500-2.000 orang. Untuk itu, Kebun Binatang Bandung menargetkan pengunjung sebesar 30.000 orang hingga pergantian tahun mendatang. Pada libur Iduladha lalu, pengunjung berjumlah 2.840 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dan tiba di dua terminal bus Kota Bandung juga terasa signifikan. Di Terminal Cicaheum misalnya, jumlah penumpang yang diberangkatkan hingga pukul 17.00 WIB sebanyak 2.008 orang. Sedangkan penumpang yang tiba 1.887 orang.
Di Terminal Leuwipanjang hingga pukul 20.00 WIB, jumlah penumpang yang diberangkatkan 11.893 orang melalui 425 bus. Sedangkan jumlah bus yang datang sebanyak 387. (A-87/A-158/A-175)***
Dikutip dari HU Pikiran Rakyat.
1 komentar:
coba kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang</a bro.. asyik lho.
Poskan Komentar